translate languages

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

28 Nov 2011

Barang Milik ku yang paling berharga adalah kamu

Aku sangat menyukai ucapan mama : “Barang milikku yg paling berharga adalah kamu!” Ucapan yang sangat menyejukkan hati. dan sampai sekarang aku masih mengingatnya…

Papa dan mama menikah karena dijodohkan orang tua, demikianlah yg dialami para muda-mudi dizaman itu, tapi hal ini sudah umum, tapi dizaman sekarang peristiwa itu sudah jarang terjadi, kebanyakan adalah hasil pilihan sendiri. Tapi mama sangat mencintai papa, demikian juga dg papa dan tampak selalu mesra, akur bagaikan pasangan cinta sejoli. Sangat sulit dibayangkan bahwa pernikahan mereka pernah diterjang badai! Badai itu nyaris memisahkan mereka. hanya karena emosi sesaat saja!

Papa dan mama bekerja diinstansi yg sama, oleh karena itu setiap hari berangkat dan pulang bersama. Suatu hari mereka kerja lembur, mengadakan stock opname digudang, hingga pukul 2.00 dinihari dan baru pulang kerumah.

Papa sangat letih dan lapar, sampai dirumah tidak ada makanan maupun minuman yg siap disaji. Papa yg lapar minta mama untuk menyiapkan makanan dan minuman. Beberapa hari belakangan ini emosi mama memang tidak stabil, ditambah lagi dg adanya lembur, badan dan pikiran sungguh melelahkan, sehigga dg kondisi yg labil itu, mama spontan menjawab dg nada keras, ” mau makan dan minum, memangnya tidak bisa masak sendiri? Apa tidak punya tangan dan kaki lagi, ya?”
Karena papa juga terlalu capek, dan langsung menjawab dg acuh tak acuh, “kamu ini isteriku, memasak adalah sudah menjadi kewajibanmu!”

Mama langsung merespon, “tengah malam begini mau masak apa? Sudah lewat waktunya makan, orang laki seharusnya lebih kuat dari pada perempuan!”

Mendengar itu, marahlah papa, beliau langsung berteriak dg emosi, “kamu salah makan obat apa kemarin? Mau sengaja cari ribut,ya? Istri memasak untuk suami adalah wajar, kenapa harus tergantung pada waktu? Kamu tidak senang, ya? Kalau tidak senang, kamu pergi saja sekarang dari rumah ini!!!”
Mama tidak menyangka akan menerima reaksi yg begitu keras. Setelah terdiam sesaat, mama kemudian berkata sambil menitikkan air mata, “kamu ingin aku pergi……..aku akan pergi sekarang!” Mama segera kembali kekamar untuk mengemasi barang2nya.

Melihat mama masuk kamar dan berkemas- kemas, papa berkata kepada mama yg membelakanginya, “bagus! Pergi sana! Ambil semua barang2mu dan jangan kembali lagi!”

Beberapa saat kemudian suasana menjadi sunyi senyap, tak ada kata2 kebencian lagi yg muncul, menit demi menit berlalu, tapi mama tetap tak kunjung keluar dari kamar. Merasakan keanehan itu, papa kemudian menyusul masuk kamar dan melihat mama sedang duduk diranjang penuh dengan linangan air mata. Sambil menatap koper kulit besar yg masih tergeletak diatas ranjang. Melihat papa datang, dg ter- isak2 mama berkata, “duduklah diatas koper kulit itu, supaya aku boleh mengenang masa2 perpisahan kita yg terakhir.”
Merasa aneh, maka dengan sendu papa akhirnya tidak tahan juga untuk tidak bertanya, ” “untuk apa?”
Sambil menangis dg ter-putus2 mama berkata, “emas dan perak aku tidak memilikinya,” tapi milikku yang paling berharga adalah kamu!” Kamu dan anak2ku, aku tidak memiliki apapun….”

Meskipun kejadian itu telah lewat lama sekali, tapi aku masih mengingatnya terus sampai sekarang. Apalagi ketika mama mengucapkan kata2 terakhir itu, papa merasa sangat tergoncang, sejak malam itu, papa telah diubah dan telah menjadi sangat hormat dan sayang kepada mama. Menggandeng tangan anak2, merangkul mama serta senantiasa saling berpelukan. Kelak aku juga bercita- cita ingin mendapatkan pasangan yg seperti papa.

Kehidupan apapun yg kita jalani ini, itu tidaklah penting; tapi yg terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi hidup ini, terutama disaat-saat badai itu muncul.”

cao cao

Raja dari Kerajaan Wei
Nama Lengkap: Cao Mengde
Lahir: A.D. 155
Meninggal: A.D. 220
Ayah: Cao Song
Istri: Nyonya Bian, Nyonya Zou
Anak: Cao Ang (A.D. 175), Cao Pi (A.D. 187), Cao Zhang (A.D. 190), Cao Zhi (A.D. 192), Cao Xiong (A.D. 195), Cao Yu (A.D. 219)
Cucu: Cao Rui (anak dari Cao Pi, A.D. 205), Cao Huan (anak dari Cao Yu, A.D. 246)

Cao Cao adalah salah seorang menteri pada akhir Dinasti Han. Dia kehilangan posisi menteri dan menjadi buronan karena gagal membunuh Dong Zhuo, yang berusaha menguasai istana.

Banyak orang menganggap Cao Cao sebagai orang jahat, ini disebabkan oleh tiga hal. Pertama, Cao Cao menjadi buronan setelah gagal membunuh Dong Zhuo. Pada saat perjalanan pulang ke kota asalnya, Cao Cao menginap di rumah seseorang. Saat itu dia berjaga sampai malam dan mendengar orang-orang sedang mengasah pisau. Karena salah paham atau tidak mengerti, Cao Cao mengira mereka akan membunuh dirinya. Oleh karena itu Cao Cao menyerang terlebih dahulu dan membunuh mereka semua. Sebenarnya sang tuan rumah sedang mempersiapkan sebuah pesta untuk Cao Cao dan ingin menyajikan hidangan yang mewah.

Kedua, pada saat Dong Zhuo semakin berkuasa, Kaisar meminta perlindungan dari Cao Cao. Dan Cao Cao dapat memanfaatkan sang Kaisar untuk melakukan keinginan pribadinya, seperti memerintah para raja wilayah. Oleh sebab itu, Cao Cao dinilai tidak berbeda dengan Dong Zhuo. Terakhir, Cao Cao juga menyebabkan kematian dari seorang dokter ternama, Hua Tuo. Karena kecurigaan, Cao Cao mengira Hua Tuo ingin membunuh dirinya ketika sang dokter menyarankan mengoperasi kepala Cao Cao demi menghilangkan tumor yang ada. Hua Tuo dimasukkan ke dalam penjara dan tidak lama kemudian meninggal.

Cao Cao meletakkan dasar bagi Kerajaan Wei ketika dia berhasil mengalahkan Yuan Shao, seorang raja wilayah yang lebih kuat. Daerah kekuasaan Cao Cao terbentang seluas padang pasir Mongolia dan kemudian berhasil menguasai daerah-daerah lain setelah mengalahkan Yuan Shao pada pertempuran di Guandu. Faktor-faktor yang membuat Cao Cao berhasil mengalahkan Yuan Shao adalah terbakarnya gudang makanan Yuan Shao di Wuchao, Guan Yu membunuh dua orang jenderal utama Yuan Shao (Yan Liang dan Wen Chou), dan seorang penasehat Yuan Shao (Xu You) yang berpihak kepada Cao Cao.

Dengan tidak adanya Yuan Shao, maka Cao Cao mengalihkan perhatian ke daerah selatan. Liu Zhong yang menguasai daerah Jingzhou menyerah ke tangan Cao Cao setelah kematian Liu Biao (ayah Liu Zhong). Setelah menguasai Jingzhou, Cao Cao memusatkan perhatian ke Liu Bei yang berada di Jiang Xia. Namun karena takut diserang Kerajaan Wu, maka Cao Cao mengajukan usul kerja sama dengan Kerajaan Wu untuk mengalahkan Liu Bei. Ternyata Kerajaan Wu lebih bersedia bekerja sama dengan Liu Bei.

Marah karena gagal bekerja sama dengan Kerajaan Wu, Cao Cao membangun angkatan perang untuk sekaligus memusnahkan Kerajaan Wu dan Kerajaan Shu (Liu Bei). Pertarungan besar tersebut terjadi di Chibi dan Cao Cao menerima kekalahan besar. Jika bukan karena Guan Yu, Cao Cao sudah meninggal pada saat itu.Cao Cao berhasil melarikan diri ke Fancheng, yang diperinah oleh Cao Ren, dan kembali ke Ibukota Xuchang untuk membangun kembali tentaranya.

Pada masa itulah kerja sama antara Liu Bei dan Sun Quan (Kerajaan Wu) pecah karena masalah Jingzhou. Karena perpecahan itu, Cao Cao berhasil mengajak Sun Quan bekerja sama untuk menyerang Jingzhou, yang dikuasai Liu Bei.

Setelah itu Cao Cao menyerang Hanzhong namun tidak meneruskan serangannya, meskipun Sima Yi menginginkan hal tersebut. Hanya masalah waktu sebelum Liu Bei berhasil membangun kembali kekuatan dan menyerang Cao Cao. Cao Cao mundur ke Xuchang dan beberapa lama kemudian dia meninggal karena penderitaan di kepalanya

Liu Bei

Raja dari Kerajaan Shu
Nama Lengkap: Liu Xuande
Lahir: A.D. 161
Meninggal: A.D. 223
Ayah: Pangeran Zhongshan Jing
Istri: Nyonya Gan, Nyonya Mi, Nyonya Sun
Anak: Liu Feng (diadopsi, A.D. 190), Liu Chan (A.D. 207), Liu Yong (A.D. 216), Liu Li (A.D. 217)
Cucu: Liu Chen (anak dari Liu Chan, A.D. 227)

Seorang penerus dari Pangeran Zhongshan Jing. Liu Bei adalah seorang penenun jerami sebelum kemunculan Pemberontakan Selendang Kuning. Dia bertemu dengan Guan Yu dan Zhang Fei, lalu mereka mengangkat saudara di Taman Peach dan bersumpah untuk menggabungkan kekuatan demi mengembalikan kedamaian dan ketentraman.

Liu Bei mencatat keberhasilan dalam peperangan melawan Pemberontakan Selendang Kuning, namun dia tidak berhasil membangun kekuatan lebih lanjut. Serangkaian kekalahan dan tragedi membuat Liu Bei harus berlindung dibawah Cao Cao, Yuan Shao, kemudian Liu Biao.

Meskipun Liu Bei bertekad mengembalikan kedamaian dan ketentraman di seluruh negeri, namun dia dikecewakan oleh kekalahan-kekalahan yang dialami. Saat itu Liu Bei sudah berumur sekitar 40 tahun dan hanya sedikit sekali yang telah dicapai. Terutama jika dibandingkan dengan kemajuan yang dialami oleh Cao Cao dan Sun Ce. Cao Cao sudah menguasai seluruh daratan bagian utara dan Sun Ce menguasai daerah di sebelah selatan Sungai Yangtze (Chang Jiang), padahal Liu Bei masih mencari perlindungan dibawah Liu Biao.
Titik balik Liu Bei adalah saat dia bertemu dengan Xu Shu dan mendapatkan nasehat militer dari Xu Shu. Takjub karena kekalahan Cao Ren oleh Xu Shu, maka Cao Cao setuju menjalankan usul dari Cheng Yu untuk menarik Xu Shu ke pihak Cao Cao, dan berhasil. Sebelum Xu Shu pergi, Xu Shu berkata kepada Liu Bei mengenai Zhuge Liang dan Pang Tong.

Dengan ketulusan dan bujukan Liu Bei, Zhuge Liang bersedia meninggalkan pertapaan untuk mendampingi Liu Bei. Kejadian ini merupakan awal dari kemajuan pesat yang akan dialami Liu Bei di kemudian hari. Liu Bei berhasil melarikan diri ke Jiang Xia setelah tentara Cao Cao berusaha menaklukkan daerah selatan. Liu Bei berhasil menguasai Jingzhou setelah Kerajaan Wu mengalahkan tentara Cao Cao.

Diberi nasehat oleh Zhuge Liang dan Pang Tong bahwa Jingzhou tidak bisa dipertahankan secara lama karena adanya kemungkinan besar serangan dari negara lainnya, meskipun memiliki keunggulan tersendiri, Liu Bei tidak bersedia melepas Jingzhou. Namun Liu Bei berusaha mengamankan jalan belakang dari Jingzhou dengan menyerang Terusan Jiameng. Peperangan tidak berlangsung baik bagi pihak Liu Bei dan beruntung Zhuge Liang datang membawa tentara bantuan untuk menyelamatkan Liu Bei dengan meninggalkan Guan Yu di Jingzhou. Kekuatan gabungan ini akhirnya berhasil menaklukkan Yizhou dan Chengdu. Selama peperangan itulah Ma Chao bergabung dengan pihak Liu Bei.

Waspada karena kesuksesan Liu Bei menguasai Yizhou dan Chengdu, Cao Cao melancarkan serangan ke daerah kekuasaan Zhang Lu di Hanzhong untuk memberikan jalan bagi Cao Cao memusnahkan Liu Bei. Penaklukkan Hanzhong mencemaskan Liu Bei, karena daerah itu merupakan pintu gerbang untuk masuk ke wilayah kekuasaannya. Persiapan segera dilakukan dan penyerangan Liu Bei ke Hanzhong menyebabkan Hanzhong berpindah tangan dari Cao Cao ke Liu Bei. Kejadian ini membuat Liu Bei semakin kokoh karena Hanzhong dan Shu berada dalam kekuasaannya.

Namun masa kemenangan itu hanya sebentar, Cao Cao dan Sun Quan bergabung untuk menyerang Jingzhou yang dikawal oleh Guan Yu. Jingzhou lalu jatuh dibawah tekanan dua kekuatan besar, dan menyebabkan Guan Yu beserta anak angkatnya, Guan Ping, tertangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Kematian Guan Yu membuat Liu Bei marah besar dan melancarkan serangan terhadap Kerajaan Wu. Serangan itu awalnya berhasil dengan baik, namun semuanya berubah setelah Wu mengangkat Lu Xun sebagai Panglima Perang.

Liu Bei berhasil melarikan diri ke Baidicheng. Namun penderitaan hebat membuatnya jatuh sakit, dan tidak berhasil sembuh sehingga merenggut nyawa Liu Bei. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Liu Bei menyerahkan takhta ke anaknya, Liu Chan, dengan kendali di tangan Zhuge Liang, dan menyuruh anaknya menganggap Zhuge Liang sebagai ayah.

Sun Quan

Raja dari Kerajaan Wu

Nama Lengkap: Sun Zoumou
Lahir: A.D. 182
Meninggal: A.D. 252
Ayah: Sun Jian
Saudara: Sun Ce (A.D. 175), Sun Yi (A.D. 184), Sun Kuang (A.D. 186), Sun Lang (A.D. 187)
Anak: Sun Deng (A.D. 209), Sun He (A.D. 224), Sun Xiu (A.D. 235), Sun Liang (A.D. 243)
Cucu: Sun Hao (anak Sun He)

Dapat dianggap sebagai orang yang sangat beruntung. Pada usia yang masih muda, Sun Quan menerima takhta Kerajaan Wu dari sang kakak, Sun Ce.

Muda dan tidak memiliki pengalaman, dia mengikuti petunjuk yang diberikan oleh sang kakak. Untuk urusan dalam negeri meminta nasehat Zhang Zhao, dan untuk urusan luar negeri meminta nasehat Zhou Yu. Dengan nasehat dan bimbingan kedua orang tersebut, Sun Quan berjaya mengelola daerah kekuasaannya dan berusaha memperluas.

Sun Quan menginginkan daerah Jingzhou yang berada dalam kekuasaan Liu Biao. Penyerangan dilakukan terhadap Jiangxia dan Xiakuo yang dijaga oleh Huang Zu, salah seorang jenderal perang Liu Biao. Tentara Sun Quan mendapatkan kemenangan.

Kemudian pada saat Cao Cao berusaha menguasai daerah selatan dan membawa tentara yang besar, Sun Quan dihadapkan kepada dua pilihan, apakah dia menerima ajakan Cao Cao untuk menghilangkan Liu Bei atau menerima ajakan Liu Bei untuk melawan Cao Cao.

Diberi nasehat oleh Zhou Yu, Sun Quan menerima ajakan Liu Bei untuk bersama-sama melawan Cao Cao. Kedua kekuatan yang bermusuhan menempati posisi yang berseberangan pada kedua sisi Sungai Yangtze di Chibi. Peperangan besar tersebut memberikan kekalahan bagi pihak Cao Cao. Kemenangan Kerajaan Wu dalam peperangan ini memberikan hasil yang besar dikemudian hari untuk mempertahankan Kerajaan Wu dari serangan Kerajaan Wei dengan menggunakan Sungai Yangtze sebagai garis pertahanan alam yang sangat menguntungkan bagi Kerajaan Wu.

Penyerangan terhadap wilayah kekuasaan Cao Cao melalui Hefei tidak membawa hasil. Pada kenyataannya, baik pihak Kerajaan Wu atau Wei tidak berhasil meletakkan landasan yang kuat di seberang sisi dari Sungai Yangtze.

Sun Quan memiliki sebuah keinginan utama untuk menguasai Jingzhou dari Liu Bei, yang akhirnya berhasil dilaksanakan setelah bekerja sama dengan Kerajaan Wei. Jingzhou jatuh dan Guan Yu tertangkap. Tidak ada yang mengira bahwa hukuman mati yang dikenakan terhadap Guan Yu membawa kemarahan besar bagi Liu Bei (Kerajaan Shu).

Kerajaan Wu hampir berpindah tangan karena serangan gencar dari Kerajaan Shu, beruntung pada saat terakhir Sun Quan mengangkat Lu Xun sebagai Panglima Perang. Sekali lagi Sun Quan dihimbau untuk bekerja sama dengan Kerajaan Shu demi melawan Kerajaan Wei. Kerja sama dengan Kerajaan Shu bertahan lama hingga kejatuhan Kerajaan Wu ke tangan Kerajaan Wei.

《Untuk Sahabat"ku..》

For : sahabat-sahabat Ku
Di _manapun kalian berada.

Hii guys,,
Malam yang pekam, notes kali ini ditulis diantara gelap dan didepan satu sinar, entah ada setan kecil apa yang berbisik ke telingaku, sehingga notes kecil ini bertajub "sahabat".

Apa sih sebenarnya sahabat itu ?
Ada yang bilang, sahabat itu teman yang benar-benar teman. Adapula yang bilang sahabat itu orang yang paham secara detail mengenai kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kemana-mana selalu bareng. Seseorang yang ku tanyai menjawab begini sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Semuanya benar!!!! Tidak ada yang salah mengenai pengertian sahabat.

Menurut ku simple nya begini , sahabat adalah mereka yang mengaku kamu sahabatnya, dan kamu mengakui dia sahabatmu.

--simple perseption--

*setan bertanduk mulai berbisik lebih dalam..

Hei..sahabat-sahabatku..
Kali ini sumpel banget, teringat masa dimana semua terasa Indah banget{lucu gt yach kalau mau diulas}, saat dimana kita main bareng, ngelakuin hal BODOH,,BODOH banget malah kalau sekarang dipikirin, dimana hari-hari terasa terisi oleh kalian semua, dimana kita sharing, dimana kita keluar bareng,dimana hal extreme dilalui bersama hingga kelahi (begok banget ya waktu itu) tapi itu lah sahabat. Lucunya, walaupun kelahi besok-besok tetap tertawa bareng lagi, seolah dunia tak berdendam.
Seruu!!!!!! Lebih-lebih disaat sekolah yaa, main di gereja,ingat banget klo disekolah,tentang guru,tentang kondisi, dan tentang kegilaan, dimana waktu bagai air cepat banget ngalir, dimana kenakalan adalah kebersamaan, dimana loyalty adalah keharusan, Prestasi adalah Hasil, sekolah adalah saksi pertumbuhan dan persahabatan adalah BUKTI. Hingga kini tak habis terpikirkan bagaimana memori yang Jelek hingga yang termanis tak dapat di format (seperti badsector yang ud permanen). Walau kadang ada lucu, kadang ada bahagia, kadang lebih banyak bodohnya daripada waras tapi itulah kalian, sahabat-sahabat yang tak terlupakan.(Gila aja,,,tak mampu dicertain, bisa ngakak ampek usus 12 jari lurus semua). Apalagi terhadap pahlawan tanpa tanda jasa ex: guru, preman(serem uii) or orang-orang yang terkait lainnya, Hingga melakukan pengrusakan segala(jujur ayo ngaku disini,,siapa tuh yang ngerusak?), walaupun modal nekad, gelar anak sekolahan, dan prestasi gemilang tapi persahabatan gk terlupakan ya.
Walaupun nama bisa diganti, gelar bisa di tambah, lokasi bisa berubah, tapi persahabatan gak akan pernah hilang.

Benar-benar waktu itu adalah egois,,bagaimana TIDAK? Waktu seperti itu diputar dengan begitu cepatnya, sampai-sampai harus setiap x di flashback kembali, dan hingga kini, saya sendiri masih menyakini, setiap dari kita punya garis tangan yang berbeda, punya jalan masing-masing, walau kita tidak bisa mengubah waktu, tapi kalian tetap sahabatku.

Mungkin ini hal biasa yang kalian baca, tapi ini hal jujur yang pernah ku tulis, entah kapan kita bisa bareng lagi?? Atau saya lagi bermimpi tentang semua ini, sekarang...
Semua udah punya kegiatan yang mesti dijalani sendiri..moga walaupun semua terpisah oleh waktu, oleh tempat, oleh kondisi, oleh anak istri(bagi yang jadi bapak2 ya,,hahaha) kita masih tetap dalam persahabatan, gak akan pernah terhapus walau badai menerpa, walau Bumi tak lagi bulat,,lebay,,wuakaka..kemanapun,dimanapun persahabatan adalah bukti kongkrit kita. Bagai kepompong ya??hoho

#Sahabat tidak menjanjikan langit slalu biru, bunga selalu mekar,bahkan mentari selalu bersinar
Tapi sahabat berjanji bahwa akan selalu bersama kita dalam keadaan apapun
Sahabat akan beri pelangi di setiap badai
senyum di setiap air mata
berkah di setiap cobaan dan jawaban di setiap persahabatan.
Hufff,,setan bertanduk gw ud ketiduran, sekian dulu notes ini, walau acak2an seperti ini, gw punya sebuah pesan buat kalian semua;

“Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kalian, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kalian bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.”

Ini sedikit kutipan :
#Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini"

#Kadang-kadang Tuhan hilangkan sekejap mentari lalu Tuhan datangkan petir dan kilat Kita takut, menangis, memanggil, mencari dimana mentari
Rupanya Tuhan hendak menghadiahkan kita PELANGI

begitu juga hidup,kadang takdir tidak seindah keinginan kita
sering kita menganggap buruk apa yang Ia berikan kpd kita
tapi sejatinya,di balik keburukan itu
ada keindahan yg tertata rapi
tapi kita tidak menyadarinya...

Terimakasih yang terdalam untuk sahabat-sahabatku, jujur--gw gak sanggup balas semua kenangan ini, tapi Suatu hari kenangan ini akan menjadi Bukti bahwa kita pernah bersahabat.

NB ; dr sekian ribu kebersamaan kita, gw gk mungkin tulis semua disini,jd tolong,,share lagi cerita kenangan terburuk atau termanis kita disini, membuktikan kalau kita masih mengingat satu sama lainnya..
2. Menurut kalian, Hal tak terlupakan selama perjalanan panjang ini apa?? Hayooo...


Ditulis oleh ; Jiu Joss
27 nov 2011



spesial thanks to :

Adi Agung Prakasa
Agustina -dee chan
Andrew li
Bobby Ciputra
Dianto Liau
Donny Sim
Fanuel aliang -Dedi
Febriadi Hiu
Garry Allen
Hiu yandi
Jimmy Iswanto
Niwan Situmpul
Paulus Sukiman
Rendy Saputra
Riki Choi
Sutrisno - Aphin
Tri Okto
Yogi Zanto
Yulia Fransiska
Webby -
dan Teman2 lainnya yang tak dapat disebutin semuanya

《inikah bosan?》

Rutinitas seperti apa yang telah terlewati, jam telah berganti hari,hujan deras mengiringi setiap kata menjadi sebuah cerita.

Entahlah!!!!! Seperti apa yang akan ku tulis, didepan sebuah petikan keyboard dan lantunan lagu yang gemulai.

Pernahkah anda merasa hari-hari menjadi begitu berat untuk dilalui?? Hari-hari menjadi terasa lebih lama dari 24jam? Dan hari-hari bertambah bosan??

Bosan itu seperti sebuah pesawat terbang yang ingin mendarat tetapi pesawat ini tidak menemukan landasannya. Ya..begitulah bosan menurutku.

Bosan itu berasal dari kebinggungan untuk mengerjakan sesuatu "hal"?
Hmmm...begitulah bosan.
--simple kan??

Nah..impulse dari bosan sendiri ; malas, jd blanker man, hidup segan mati tak mau, dan kematian. (Rata2 menyeramkan ya..ĤIĤIĤIĤI.ĤIĤIĤIĤI )

Mungkin, dinotes sebelumnya pernah bahas ini, tapi lupa-lupa(binggung mau menuangkan ide jadi asal tulis aja).

Kematian-bunuh diri
Titik tertinggi dari rasa bosan adalah bunuh diri, rasa bosan yang berkepanjangan membuat keinginan untuk tetap hidup berkurang, sebagaian akan strees dan mudah putus asa hal inilah yang menjadi penyembab gairah untuk tetap hidup hilang, disaat-saat genting seperti ini, kebanyakan akan tergiur dengan bunuh diri (kayak makanan gitu).

Nah, daripada mati sia-sia, ayo saya coba ngarang tipsnya, siapa tau bisa bunuh diri lebih cepat..

1. Review hidup u

Hmmm..sejauh mana si hidup u, bayangkan kembali bagaimana anda belajar merangkak, meneteskan air mata kesakitan saat terjatuh, tumbuh besar hingga senakal ini mencoba-coba bunuh diri? Flashback kembali saat-saat dimana anda terkenang dengan memories yang dapat membuat kamu bahagia, disaat itulah tujuan kamu bunuh diri tidak searah lagi. Lihat kembali cita2 kecil yang pernah kamu jawab saat orang tua bertanya kepadamu, dimana tanggungjawabnya saat sebilah harapan pupus dan berganti dengan bunuh diiiriIi ini!??

2. Sibukan diri
Bosan yang berlebihan terjadi karena kurangnya aktifitas, maka dari itu sibukan diri anda, lakukan hal yang terpenting hingga gak penting sekalipun itu, biar ada aktifitas. Setidaknya anda dapat merasakan capek dan senang berbaur menjadi satu suasana dalam usaha anda buat tetap hidup.
Selain itu, perbanyak berkumpul dengan teman-teman, dimana teman.dapat bercerita, dapat mencari solusi jika bermasalah.

3.berdoalah
Ini yang terakhir, mau tulis banyak-banyak juga gak berarti apa-apa, sebab saya yang nulis juga asal mencurahkan pikiran dangkal dan anda yang baca cuma iseng buat baca saja. Berdoa adalah tahap terakhir, jika no 1 dan no 2 ud dijalankan tetapi masih nekad untuk mengakhiri hidup, berdoalah. Agar saat itu tiba nanti Tuhan tidak memberikan hukuman yang pantas buat anda, atau berdoalah agar yang datang itu malaikat surga.^,^v dengan berdoa berarti anda berbicara secara tidak langsung kepada pencipta, dimana anda dapat memperoleh ketenangan batin, rileksasi, dan sesuatu yang WoW..(Secret, tidak dapat ditulis,, coba aja)..

Hmmmm...itu aja tips dari saya, kalau masih gak mampan juga, silahkan lakukan niat anda, tapi jangan di sini, berbahaya.

Just info : di negara swiss ,zurich terdapat jasa layanan assisted sucide(bunuh diri dengan bantuan) dan merupakan pratik yang dilegalkan. (Walaupun tujuan utamanya untuk mereka yang punya penyakit parah, anda juga boleh mencoba layanan tersebut, karena anda SAKIT PARAH)


Hidup…bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul, tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati.

Ditulis : jiu josse
Tgl 29 nov 2011