translate languages

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

10 Apr 2011

Toko Nenek yang selalu Untung

Toko nenek terdapat disebuah desa kecil, yang berada di jalan kecil didesa ini, toko nenek adalah sebuah toko kelontong, yang sudah dibuka sangat lama, nenek dari pagi sibuk sampai malam mengurus tokonya, tetapi dia tetap semangat dan setiap hari sangat gembira.

Orang-orang yang berada disekitar itu juga sudah lupa sudah berapa lama toko nenek dibuka, orang-orang disekitar ini dari kecil sudah membeli permen, odol, sabun, telur membeli sampai sekarang, sampai mereka juga sudah hampir menjadi kakek dan nenek. Hari berlalu dengan cepat, sekarang nenek sudah sangat tua, mata sudah rabun, kaki dan tangan juga sudah lamban, berjalan terpincang-pincang, juga sudah pikun, selalu lupa meletakkan barang.

“Nenek, berapa harga 1 kg gula?”
“Coba saya pikir sebentar, Rp. 5.000, oh ya salah Rp. 10.000,….bukan.. bukan.. bukan yang benar adalah Rp. 8.000.”
“Nenek saya mau beli kacang, berapa 1 bungkus?” “Rp. 250.”
“Nenek,.. mana mungkin kacang demikian murah?, saya rasa maksud nenek Rp. 1000, Nenek lupa ya?”
 “Ya..ya. benar Rp. 1000.”

“Nenek, engkau salah mengembalikan uang, seharusnya engkau kembalikan kepada saya Rp. 5000, tetapi engkau kasih ke saya Rp. 55.000, ini kelebihan.” Setiap hari kejadian seperti ini berulang kali terjadi, orang-orang yang berada disekitarnya sangat khawatir kepada nenek, takut dia setiap hari salah harga dan salah mengembalikan uang kepada orang sehingga rugi, tetapi nenek dengan tertawa berkata tidak rugi,.. tidak rugi malahan untung banyak.

Didesa ada seorang guru yang sudah lama menjadi teman baik nenek, guru ini sering ketika keluar rumah berkunjung ke rumah muridnya sering singgah ke toko nenek, mengobrol dengannya, dia sangat khawatir toko nenek bisa bangkrut. Seperti hari ini dia baru duduk 15 menit dia sudah melihat nenek salah menjual barang, salah mengembalikan uang, uang Rp. 5000 dianggap Rp. 20.000 dikembalikan kepada orang lain, kejadian ini bukan hanya satu kali tetapi sudah 3 -4 kali terjadi.

“Nenek, lebih bagus nenek tidak usah buka toko lagi, saya lihat keadaan nenek yang demikian cepat atau lambat akan menjadi bangkrut.” Guru ini dengan maksud baik menasehati nenek. “Tidak, saya tidak rugi, malahan untung banyak, kalau engkau tidak percaya engkau bisa melihat buku catatan keuangan saya.” Nenek dari lacinya mengeluarkan sebuah buku yang sudah sangat kumal dan hitam, pinggiran buku sudah koyak menyodorkan kepada guru.

Buku catatan apa ini? Guru melihatnya dengan bingung, dari halaman pertama sampai halaman terakhir hanya ada huruf 1, ribuan huruf satu membuat buku ini penuh.
“Saya tidak bisa membacanya, nenek dapatkah engkau jelaskan kepada saya apa maksudnya?”

“Ha..ha…ha. kalian orang terpelajar hanya bisa mengajarkan orang membaca, pasti tidak mengerti maksud saya.” Nenek tertawa sampai kedua matanya sipit menjadi sebuah garis. Sambil tertawa dia menjelaskan,”Coba engkau perhatikan, disini selain ditulis huruf 1 ditengah ada sebuah garis, apakah engkau sudah melihatnya?” Benar saja selain huruf 1 ditengah ada sebuah garis yang sangat panjang, seperti sebuah aliran sungai, garis ini berada ditengah sebagai garis pemisah antara bagian atas dan bagian bawah. “Coba engkau perhatikan baik-baik, apakah huruf 1 dibagian atas garis lebih banyak atau huruf 1 dibagian bawah nya?” “Apa maksud nenek?” “Ini adalah buku catatan ciptaan saya, tentu saja engkau tidak mengerti.” Sambil berkata demikian nenek menunjuk kepada huruf 1 yang terdapat didalam catatan.

“Setiap halaman dibuku ini menandakan setiap hari, huruf 1 menandakan setiap hal yang terjadi, setiap hari ditoko saya banyak hal yang terjadi, jika hal yang gembira yang terjadi saya akan menulis huruf satu dibagian atas buku ini, dan jika hal yang tidak gembira terjadi maka saya akan menulis dibagian bawah buku ini. Coba engkau hitung dengan baik, bukankah hal gembira yang terjadi setiap hari jauh lebih banyak daripada hal yang tidak gembira yang terjadi? Coba engkau pikirkan saya membuka toko kecil ini bukankah saya setiap hari untung sangat banyak?.”

“Oh, rupanya demikian.” Mata guru ini  melotot sangat besar, dia membuka buku catatan ini dari halaman pertama sampai terakhir,benar saja, huruf 1 diatas jauh lebih banyak daripada dibawah, terkadang satu halaman penuh dengan huruf 1 diatas saja, sedangkan dibawah kosong. Guru berpikir seharian ini nenek sudah beruntung sangat.. sangat banyak. “Saya sangat gembira nenek sudah beruntung demikian banyak.” Sambil menyodorkan kembali buku ini kepada nenek guru ini berkata, “Tetapi, ada yang masih saya tidak mengerti, apakah itu hal yang gembira dan apakah itu hal yang tidak gembira?”

“Oh, sebenarnya ini adalah hal yang sederhana, memang engkau adalah seorang terpelajar yang hanya bisa membaca, akan saya jelaskan kepadamu, misalnya, ketika saya salah menjual 1 kg beras yang harganya Rp 8.000, saya jual hanya dengan Rp. 3000, ketika langganan saya mengembalikan kepada saya Rp. 5000, ini adalah hal yang gembira, saya lebih mengembalikan Rp. 15.000 kepada langganan dan langganan kemudian membayar kembali kepada saya, ini juga hal yang gembira, ketika langganan saya membantu saya mengangkat beras, ketika saya sedang sibuk membantu saya ini dan itu adalah hal yang gembira, semua kejadian ini saya catat semua satu persatu.” “Eh.. ada hal yang tidak menggembirakan, misalnya ada langganan yang selalu menganggap saya sudah pikun, membeli barang tidak membayar, mengatakan mau utang dulu, tapi lalu tidak membayar.  Setiap dia melakukan sekali saya akan mencatat hal ini juga.”

“Masih ada seseorang ketika saya sibuk dan tidak memperhatikannya, dia akan mengambil sebungkus kacang, sebotol coca cola, sebungkus permen, setiap dia melakukan sekali saya akan mencatatnya ditempat hal yang tidak gembira, pasti ada orang seperti itu, kita semua makan nasi yang sejenis, tetapi yang keluar adalah ratusan bahkan ribuan jenis orang yang berbeda. Tetapi masih bagus, kalau dihitung setiap hari masih banyak hal yang gembira daripada hal yang tidak gembira, setelah saya hitung, toko saya setiap hari untung, malahan setiap hari untung makin lama makin banyak, saya sudah banyak mengumpulkan kebahagiaan, oleh sebab itu saya sudah berubah menjadi orang yang paling bahagia dan gembira didunia ini.”

“Toko yang demikian ini, bagaimana saya bisa menutupnya!”

Selalu memperhatikan apa yang engkau miliki, dan mengabaikan apa yang engkau hilang, dengan demikian engkau dapat hidup lebih bahagia dan gembira

Tahu Diri

johanes-kepler
Johannes Kepler (1571-1630), seorang ilmuwan dari Jerman
Di dalam kehidupan manusia ini ada dua kata yang paling sulit untuk kita pastikan, yakni tahu diri. Di dalam ilmu pengetahuan terdapat suatu definisi tentang tahu diri belahan kencana. Johannes Kepler (1571-1630), seorang ilmuwan dari Jerman menyebut belahan kencana ini sebagai potongan yang kudus (keramat), yaitu yang paling memiliki nilai perbandingan dalam ilmu kecantikan, juga adalah bentuk (model) yang paling nyaman untuk dirasakan oleh visual kita umat manusia.


Sebenarnya hukum kencana ini bisa terlihat dimana-mana di dalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti panjang lebar dari bendera, bahkan keras lemahnya sinar matahari, kesemuanya ini memiliki hukum yang memainkan peranannya di dalam ilmu pengetahuan, juga adalah 'tahu diri' di dalam kehidupan manusia.



Jadilah seseorang yang tahu menempatkan diri sebagaimana mestinya, ini adalah taraf yang paling tinggi dalam kehidupan. Mengerjakan sesuatu kerjakanlah hingga benar - benar tepat (sesuai), ini merupakan ilmu yang paling besar di dalam kehidupan.

Di zaman akhir Dinasti Qing, Zeng Guofan kembali ke propinsi Hunan untuk membangun pasukan yang disebut dengan Pasukan Xiang, yang kemudian berhasil merebut beberapa kota penting dari tangan pasukan Taiping (pemberontak), dan akhirnya sukses dalam serangan menggempur dan menduduki kota Jinling (ibu kota pasukan pemberontak).

Oleh karenanya Zeng Guofan dianugerahi gelar sebagai Markis nomor satu. Akan tetapi pada saat itu pula, Zeng Guofan menyadari bahwa Pasukan Xiang yang dipimpinnya telah mencapai total sebanyak lebih dari 300 ribu personil, suatu bala tentara yang tidak mungkin dikomando oleh siapa pun kecuali oleh Zeng Guofan seorang.

Zeng Guofan segera merasakan bahwa hal ini akan membangkitkan kecurigaan Sang Raja terhadap menterinya yang telah berjasa sekaligus juga memegang kendali atas pasukan besar. Maka dari itu ia mulai mengurangi sendiri kekuasaan militer atas pasukan tersebut, sehingga membuat kerajaan Qing terbebas dari kekhawatiran, di samping itu juga membuatnya tetap dipercaya dan ditempatkan pada jabatan penting.

Di dalam sejarah, terdapat orang yang tak terhitung banyaknya, mereka semua telah menyumbangkan jasa yang luar biasa. Akan tetapi mereka semua tidak dapat terhindar dari nasib "habis manis sepah dibuang". Perbedaan nasib antara Zeng Guofan dan mereka - mereka ini adalah terletak pada pemikiran Zeng Guofan yang "tahu diri" dalam menempatkan posisinya sebagai menteri panglima pada waktu yang tepat. Kita melihat di dunia yang kita huni ini, dengan adanya suatu tolak ukur yang sempurna, maka dunia kita ini baru bisa menjadi bermartabat dan harmonis.

Dengan mengamati orang - orang di sekeliling kita , maka kita akan dapat merasakan kekesalan di saat mengalami kegagalan dan juga kegembiraan di saat mencapai keberhasilan. Memastikan dengan baik 'tahu diri' dalam kehidupan, sama dengan telah bisa memastikan nasib kita sendiri. (Lu Xinsheng/The Epoch Times/lin)

Empati Terhadap Perasaan Orang Lain - Penonjolan Diri Yang Tulus

Empati boleh dibilang ialah fondasi dari semua interaksi hubungan antar manusia. Karena memiliki kemampuan merasakan kondisi emosional orang lain, maka dari itu kita baru bisa merajut hubungan yang akrab dengan orang lain. Misalnya saja, si Daxiong (baca: Ta Siung) hari ini sangat tidak lancar dalam pekerjaannya, bertengkar dan berkelahi dengan orang di perusahaan.

Sesudah pulang kerja, pacarnya hendak mengajak janjian untuk jalan-jalan bersama, namun si pacar yang teliti sempat mendeteksi bahwa hari ini si Daxiong sedang dalam kondisi risau, oleh karenanya dia mengendalikan keinginannya hendak pelesir dan sebagai gantinya mendampingi Daxiong bertukar curahan hati. Jikalau pacar si Daxiong kekurangan rasa empati, pasti wajah cemberut Daxiong yang akan didapat Jenis wanita yang bagaimana yang bisa membuat orang senang atau membuat orang jengkel, dari contoh di atas sudah bisa ditebak. 

Orang yang ekstrem kekurangan rasa empati termasuk penderita Autistic Disorder dan penderita Anti Social Personality Disorder, dikarenakan susunan otak mereka mengalami masalah, maka itu tidak mampu merasakan kondisi emosional orang lain. Bagi orang yang ekstrem kekurangan empati semacam ini, sulit memiliki hubungan antar manusia yang baik adalah suatu kewajaran. Akan tetapi kedua penderita semacam itu tidak banyak dijumpai, di dalam masyarakat sebagian besar orang yang mempunyai masalah pergaulan, kadang kala bukan karena tidak memiliki kemampuan mendeteksi perasaan orang lain, melainkan mereka tidak terlalu peduli dengan perasaan orang lain.

ORANG ZAMAN MODERN YANG EGOSENTRIS

Selanjutnya, mari kita berbincang tentang kondisi perasaan orang-orang ini: 

Seiring dengan kehidupan materi yang semakin lama semakin maju, orang zaman sekarang semakin lama semakin terlalu mementingkan penonjolan karakter ego dan bersifat kritis, gejala ini pada diri anak muda terlihat paling mencolok. Mereka beranggapan kebajikan, kerendah-hatian, toleran dan kesabaran yang klasik adalah perilaku yang tidak berkarakter, dianggapnya bahwa tidak peduli dengan pendapat umum, penonjolan diri sendiri, bicara ceplas-ceplos barulah symbol dari berkarakter (kuat). Oleh karena itu, di bawah niat dan mindset seperti ini, mereka kadang kala berubah hanya menonjolkan perasaan ego sendiri, tidak sudi mempedulikan perasaan orang lain. 

Penulis pernah berbincang dengan seorang anak muda, ia adalah orang yang berprestasi dalam sekolahnya, karena depresi maka ia datang berobat. Ia di dalam kelas adalah seorang yang setia dengan ego diri sendiri, suka mengunggulkan kelebihan diri sendiri (teman sekolah menganggapnya membual), juga mampu berdialog dengan guru di depan kelas, memperbincangkan pengalamannya sendiri (teman sekolah menganggapnya pamer), mimiknya serius (teman sekolah menganggapnya sombong). Akan tetapi ia tidak ingin mengubah hal-hal tersebut, karena ia beranggapan itu adalah dirinya yang sejati, sedangkan para teman sekelasnya tidak menyukainya, oleh karena mereka "sangat naiv". Ia sepenuhnya menonjolkan diri sendiri secara maksimal dan prinsip ingin mengatakan apa langsung dikatakan, namun peri laku ini malah membuat kebanyakan teman sekelasnya pada membencinya. Sehingga iapun terkena sindrom depresi berat. Maka dari itu, anda beranggapan hanya ingin setia kepada diri sendiri, tanpa mempedulikan perasaan dan pemikiran orang lain? Dengan perbuatan tersebut ongkos yang harus dibayar terlalu mahal!

EMPATI KEPADA ORANG LAIN TAPI JUGA SETIA KEPADA DIRI SENDIRI

Barangkali anda akan bertanya, apakah hanya boleh berpikir selalu ber-empati kepada orang lain, dan tidak boleh berpikir menonjolkan diri? Tentu saja bukan demikan! Sebaliknya, perasaan ber-empati kepada orang lain dengan penonjolan diri secara tulus adalah tidak saling berlawanan. Problem krusialnya terletak pada, anda seharusnya di forum yang tepat berbicara dan berperilaku yang pas pula. Misalnya, di dalam forum publik, anda seharusnya lebih banyak peduli perasaan orang lain dan bertutur kata dengan cermat, berbicara dengan terlalu direk tanpa tedeng aling-aling bisa dengan mudah menyulut kemarahan khalayak. 

Namun ketika anda mengikuti reuni para sahabat, jikalau anda terlalu berhati-hati, bisa mengesankan kepada orang lain semacam perasaan yang menjauh/tidak akrab. Oleh karena itu, cara yang paling jitu ialah, tatkala anda berhadapan dengan sekelompok orang yang tidak begitu akrab, anda musti bertutur kata dengan terkontrol, banyak ber-empati terhadap perasaan orang lain, dengan begitu bisa menghindari rasa permusuhan yang tidak perlu, tetapi tatkala anda berhadapan dengan sahabat karib, maka boleh-boleh saja sesuai tingkatan keakrabannya dengan tulus dan jujur mengekspresikan pemikiran/pendapat diri sendiri, malahan dengan demikian bisa membuat pihak lain merasa lebih akrab. 

Banyak orang berpendapat, dalam menghadapi sekumpulan orang atau orang asing, kita berbicara dengan tidak to the point dan ber-empati kepada orang lain adalah hal yang bersifat basa-basi, sebenarnya ini adalah semacam cara cerdik menghindari kesalah-pahaman yang tidak perlu." Dengan bertambahnya tingkatan keakraban timbal balik secara berangsur, maka anda boleh dengan lambat laun menunjukkan sisi anda yang tulus, hubungan antar temanpun akan semakin harmonis. 

Kita sering mendengar contoh antar sahabat baik yang bisa saling mengkritik langsung dan saling menganalisa meskipun demikian hubungan mereka tetap kental. Persahabatan semacam itu membuat banyak orang merasa terkagum-kagum. Akan tetapi anak muda sepertinya telah lupa, komunikasi yang begitu tulus dan langsung diperlukan persahabatan yang terbina dalam jangka waktu lama?Dikala anda menghadapi seorang asing atau sekelompok orang, jikalau anda menggunakan metode semacam ini menghadapi orang lain, percayalah, tidak butuh waktu lama, maka orang yang antipati kepada anda pasti akan bermunculan bagaikan rebung yang tumbuh jor-joran sesudah hujan mengguyur.

RUANG PSYCHO THERAPY

Harus belajar membedakan sikon yang bagaimana seharusnya banyak ber-empati terhadap orang lain dan pengendalian diri, sikon yang bagaimana seharusnya mengekspresikan diri dengan tulus dan komunikasi tanpa tedeng aling-aling. Ketika anda telah berhasil mempelajari hal ini, di dalam suatu grup anda akan memperoleh pengakuan secara luas, diantara kawan-kawan memperoleh persahabatan yang tulus.

Belajar Bermurah hati

Hari ini secara tidak sengaja, saya telah membuka tulisan dalam buku harian yang belum terselesaikan pada satu bulan yang lalu. Menemukan suatu kejadian kecil saat itu yang masih sangat menarik, dan juga masalah tersebut memiliki banyak perkembangan di kemudian hari, maka dari itu saya lanjutkan untuk menyelesaikan tulisan itu:

Sore hari, ketika saya sedang menulis artikel, tiba-tiba terdengar suara "Braak!" Saya memalingkan kepala, melihat anak bungsu saya yang masih balita sedang duduk di atas permadani, sekujur tubuhnya penuh dengan butiran nasi yang telah dia tumpahkan dari piring.

Tangannya sedang memegang buah pir. Saya segera mengerti, ketika dia menginjak kursi meng-ambil buah pir yang terletak dipiring buah di atas meja. Ketika akan menuruni kursi, tangan kecil diatas meja yang digunakan untuk menopang tubuhnya turun dari kursi kurang sempurna sehingga menumpahkan setengah piring nasi yang baru saja saya letakkan di atas meja.

Badannya juga terjatuh ke bawah, pantatnya membentur lantai dan terduduk di sana. Reaksi pertama saya adalah harus tenang. Anak saya nampaknya tidak apa-apa, hanya saja tampangnya seperti orang yang baru saja mendapat musibah. Saya bergegas memegang tangan kecilnya dan memapahnya untuk berdiri.

Kemudian butiran nasi berserakan diatas lantai, ketika saya memungut nasi dan gumpalan nasi yang masih bersih saya taruh kembali ke dalam piring, saya mendapatkan bahwa bukan hanya saya tidak marah, bahkan masih bisa menyadari bahwa ini adalah kesalahan saya, karena setelah selesai makan, saya tidak segera membereskan meja.

Dulu, jika anak menumpahkan sesuatu, secara naluri menganggap sepertinya kesalahan itu pada anak. Selalu akan memarahi anak itu walau satu atau dua patah kata. Kemudian hari saya merasakan bahwa cara ini sangat tidak baik, lalu saya coba untuk merubahnya. Berangsur-angsur berubah lebih baik, tapi perubahan itu selalu kurang sempurna.

Sekali ini, akhirnya saya bisa menahan perangai, dan menemukan bahwa kesalahan itu berada pada diri sendiri. Kemudian saya berkata pada anak saya, "Ini adalah kesalahan Mama."
Serasa anak saya menjadi agak lega, ia lalu bertanya, "Oh! Mengapa?"

"Karena setelah makan, Mama tidak segera membereskan piringnya! Lain kali adik juga harus lebih hati-hati ya," dengan tulus saya berkata kepadanya. "Baiklah!" Anak saya menganggukkan kepala. Saat itu, saya merasakan semacam suasana yang sangat damai bertebaran di udara. Sekali lagi merasakan melewati kultivasi diri secara terus-menerus, berangsur-angsur telah merubah konsep yang kurang baik, akhirnya bisa melakukan kebaikan yang keluar dari dalam lubuk hati. Bermurah hati terhadap orang lain adalah semacam perasaan yang sangat baik, bersamaan dengan itu juga bisa merasakan sedikit penyesalan terhadap hal-hal yang dulu pelaksanaannya kurang baik.

Sekali lagi bersyukur kepada diri sendiri telah mendapatkan jodoh untuk mendapatkan prinsip yang asli, dan berkultivasi di bawah belas kasih Guru yang tanpa batas. Berangsur-angsur menyadari akan bagian-bagian diri yang kurang baik, setelah itu dikultivasikan. Bersamaan dengan hilangnya bagian-bagian yang kurang baik itu, kita akan merasakan perasaan bahagia, beruntung, mantap serta kedamaian di taraf setelah kita mencapai peningkatan.

Kemudian pada suatu hari, ke-tika anak saya sedang makan, telah menumpahkan setengah mangkok kuah, tanpa keraguan sedikit pun saya segera berkata, "Tidak apa-apa, tidak apa-apa, apakah adik terkena kuahnya?" Lalu saya ambilkan lap untuk membersihkan kuah yang tertumpah, terakhir dengan penuh perhatian saya berkata, "Lain kali harus lebih berhati-hati."

Saat itu saya merasakan seluruh keluarga sangat harmonis. Sejak saat itu pula, anak saya jarang sekali menumpahkan sesuatu lagi, mungkin dia terkadang juga kurang hati-hati menumpahkan sesuatu, tapi sudah tidak dapat menyentuh hati saya, mungkin karena demikian sehingga saya tidak teringat.

Suatu hari suami saya akan menggunting kuku, dia menjadi agak marah karena tidak menemukan gunting kuku itu, dan dia juga tahu adalah saya yang meletakkannya di sembarang tempat, dia memberitahukan saya bahwa dia akan mengajak anak pergi bermain, setelah pulang ke rumah nanti gunting kuku itu harus sudah ditemukan.

Suasana rumah segera menjadi tegang. Saat itu anak saya berkata kepada bapaknya, "Jika nanti kita pulang dari bermain, dan Mama masih belum menemukan, Papa harus berkata tidak apa-apa." Anak saya telah belajar bermurah hati! bermurah hati adalah semacam tindakan yang sangat mulia, dia bisa melumerkan banyak sekali perasaan hati yang sempit dan terbatas, dia bisa mempengaruhi orang, karenanya semua akan tidak bermasalah!

Tak kuasa menahan keluhan dalam hati, hasil yang saya peroleh bukankah hanya terletak pada kultivasi diri?! Bersamaan dengan itu telah mempengaruhi dan merubah anak menjadi baik, tepat seperti apa yang dikatakan oleh Guru bahwa "Cahaya Sang Sadar menerangi seluruh penjuru, menegakkan kebe-naran memberi penerangan" dan "memperoleh tanpa mengharapkan".

Setelah melewati masa pengenalan dan penempaan yang terus menerus, setelah proses yang berulang-ulang, akhirnya saya juga bisa berangsur-angsur merubah kebiasaan saya yang sering meletakkan barang di sembarang tempat. Meskipun hanya memiliki dua anak saja, tetapi taraf kebersihan dan kerapian dalam rumah yang saya pertahankan cukup membuat orang lain merasakan bahwa saya adalah seorang ibu rumah tangga yang trampil. Kesemuanya ini adalah hasil dari kultivasi.

Semuanya ini sangatlah bagus. Kehidupan yang bisa mendapatkan jodoh untuk berkultivasi adalah sangat berbahagia. (The Epoch Times/lin)

Reingkarnasi ? Fakta or Omong Kosong

Apakah kemampuan supernormal merupakan fakta, omong kosong, takhayul ataukah hanya kebetulan belaka? Ada banyak kisah orang yang memiliki kemampuan super ini, seperti kemampuan menyelidiki kejadian masa lalu, kemampuan dapat memindahkan dan merasakan suatu obyek yang tidak dapat dilakukan oleh indera manusia biasa. Sejak jaman kuno, teka-teki ini telah membangkitkan rasionalitas orang, akan tetapi pada tahun 70-an, para ilmuwan 'detektif ingatan' mulai memahami ada suatu misteri dalam diri kita. Apakah kita hanya memiliki satu atau beberapa kali kehidupan? Pernahkah Anda merasakan perasaan 'dejavu' atau perasaan seperti 'pernah berada di sini sebelumnya'?

Menurut pikiran detektif, kita pasti telah mengalami banyak hal pada kehidupan masa lalu dan akan terlahir kembali ke dalam individu lain sampai kita mencapai sebuah keadaan yang absolut (dapat terlepas bebas dari lingkaran samsara dan hidup abadi, atau mengalami kemusnahan total jiwa raga). Berikut ini tiga kasus reinkarnasi menarik yang telah diteliti para ahli.

Kasus pertama

Arnall Bloxham adalah seorang hypnoterapist tahun 70-an di Welsh. Lebih dari 20 tahun ia menghipnotis beberapa ratus orang dan mencatat seluruh pembicaraan tentang kehidupan masa lalu dan masa kelahiran kembali mereka. Bloxham adalah ahli dalam bidang yang disebut para hipnotis sebagai 'eksperimen regresi kehidupan masa lalu'. Dalam kondisi bawah sadar pasiennya, Bloxham menuntun si pasien kembali pada saat kelahirannya, bahkan jauh sebelum masa itu.

Bloxham adalah presiden British Society of Hypnotherapist. Dia menggunakan hipnotis untuk menyembuhkan penyakit fisik pasien seperti merokok. Apa yang ditelitinya dalam percobaan di bidang regresi hipnotis ini, telah menantang logika manusia. Para pasien dapat menghubungkannya dengan kehidupan masyarakat ratusan tahun silam dengan sangat detail.

Untuk membuktikan hal yang nampaknya tidak masuk akal ini, Bloxham telah merekam pembicaraan 400 pasiennya tentang kehidupan masa lalu mereka. Banyak hal-hal detail dalam rekaman yang memperkuat fakta. Menurut Bloxham bukti kuat ini sangat mendukung kebenaran kepercayaan kuno tentang reinkarnasi.

Salah satu kasus pasien Bloxham, Jane Evans misalnya. Regresi Jane pada kehidupan masa lampaunya dimulai pada 1971, dimana dia melihat sebuah poster yang bertuliskan "Arnall Bloxham mengatakan penyakit encok (rheumatism) adalah psikologis". Saat itu Jane adalah seorang ibu rumah tangga yang berusia 32 tahun. Jane menderita penyakit rheumatoid arthritis. Dia menganggap pernyataan tersebut sangat menga-gumkan, oleh karenanya dia memutuskan untuk menemui pria dalam poster tersebut.

Dengan melalui seorang teman suaminya, dia akhirnya dapat bertemu Bloxham dan menguak enam kehidupan masa lampaunya. Jane pernah menjadi istri seorang guru pada jaman Romawi, pernah sebagai seorang Yahudi yang dibunuh masal pada abad ke-12 di York, pernah sebagai pelayan pangeran saudagar Perancis pada abad pertengahan, pernah sebagai pelayan Catherine of Aragon, pernah sebagai pelayan miskin di London pada masa pemerintahan Ratu Anne dan sebagai biarawati di Amerika pada abad ke-19.

Kisah Jane Evans dan beberapa contoh reinkarnasi lainnya yang telah dibukukan pada 1975 oleh produser televisi BBC, Jeffrey Iverson dengan judul More Lives Than One?. Demi mendapatkan pembuktian teori reinkarnasi, Iverson meminta ijin Jane untuk membiarkan Bloxham menghipnotisnya sekali lagi dengan direkam kamera televisi BBC dan tape recorder.

Iverson meneliti detail beberapa kehidupan lampau Jane, serta membuktikan keterangan detail Jane dalam rekaman sungguh ditemukan faktanya. Pada akhir buku tersebut, dia menuliskan bahwa Bloxham selama dua puluh tahun berupaya keras mendukung konsep reinkarnasi. Dia juga memproduseri sebuah film dokumenter BBC yang berjudul "Rekaman Bloxham".

Kasus kedua

Orang yang meragukannya, telah mengkaitkan fenomena ini dengan apa yang 'detektif ingatan' sebut sebagai 'cryptomnesia', yakni suatu kondisi mengingat kembali pada hal-hal yang Anda lupa bahwa pernah mengetahui sebelumnya. Akan tetapi jika ingatan tersebut begitu jauh jaraknya, menurut logika dapat diyakini sebagai reinkarnasi.

Menurut Dr. Arthur Guirdham, ahli reinkarnasi Inggris ternama lainnya, penjelasan ini tidak dapat dibandingkan dengan kasus yang pernah dialaminya sendiri. Guirdham menuliskan pengalamannya ini dalam bukunya "We Are One Another", "The Cathars & Reincarnation" dan buku autobiografinya "A Foot in Both Worlds".

Guirdham, seorang pensiunan psikiatris nasional Inggris, telah memimpin sekelompok kecil orang-orang yang percaya bahwa dirinya adalah seorang Cathars di kehidupan masa lalunya. Kelompok religius ini eksis di daerah Languedoc, Perancis barat daya pada abad ke-13. Sebuah insiden yang membawa Guirdham pada teori reinkarnasi, dimulai 1962. Dalam departemen pasien rawat jalan di sebuah rumah sakit tempat Guirdham bekerja sebagai psikiatris.

Pada suatu hari, pasien terakhirnya adalah seorang wanita muda yang menarik dan tampak normal. Wanita itu mengeluhkan mimpi buruknya yang dialami sejak remaja, namun saat ini malah sering muncul, dua-tiga kali seminggu. Dalam mimpinya, dia berbaring di lantai dan seorang pria menghampirinya dari belakang. Selanjutnya dia tidak tahu apa yang terjadi, tetapi yang pasti membuatnya sangat ketakutan. Meskipun Guirdham tetap tenang dan berusaha tidak menganggapnya, namun dia tidak bisa menyembunyikan kekagetannya ketika mendengar bahwa pasiennya menceritakan mimpi buruk yang serupa dialaminya selama lebih dari 30 tahun.

Doktor itu sangat penasaran akan tetapi dia tidak mengatakan apa pun pada pasiennya. Pasien itu pada akhirnya tidak pernah bermimpi buruk itu lagi sejak bertemu dengan Guirdham, begitu juga halnya dengan Guirdham. Mimpinya berhenti seminggu setelah bertemu pasien tersebut.

Pertemuan mereka terus berlanjut, Guirdham yakin mental wanita tersebut tidak terganggu, dan pengetahuan masa lalunya bukan tipu muslihat. Beberapa waktu ke-mudian, wanita itu memberikan sebuah daftar nama, yang dikatakan eksis pada abad ke-13 dan menceritakan hal yang terjadi pada mereka. Dia juga mengatakan bahwa Guirdham juga berada diantaranya dan bernama Rogiet de Cruisot.

Sebagai seorang psikiatris, Guirdham telah mengambil beberapa dasar informasi tentang reinkarnasi, namun tidak pernah begitu antusias. Akan tetapi dengan adanya kasus ini, dia memutuskan untuk meneliti. Dia menemukan nama-nama yang diberikan pasiennya sungguh akurat, meskipun hanya dikatakan dalam catatan sejarah Abad Pertengahan yang tidak jelas. Meskipun catatan tersebut ditulis dalam bahasa Perancis dan tidak pernah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, pasien Guirdham dapat menjelaskan seluruh anggota sekte Cathar, suatu kelompok yang berkembang di daerah Selatan Perancis dan Italia Utara pada Abad Pertengahan. Sekte Cathar mempercayai rein-karnasi. Selang beberapa waktu, Guirdham akhirnya bertemu banyak orang yang memiliki pengalaman hidup masa lalu di kelompok Cathar, totalnya 11 orang.

Tidak satupun individu tersebut yang pecandu obat ataupun terhipnotis. Nama dan peristiwa masa lalunya muncul begitu saja dalam pikiran mereka, katanya. Guirdham juga memiliki potongan bukti yang paling luar biasa diantara yang berhasil dia kumpulkan. Bukti tersebut berupa hasil sketsa seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Menggambarkan situasi yang terjadi di zaman silam, termasuk nama-nama anggota sekte Cathar. "Ini diluar nalarku, bagaimana bisa seorang anak usia 7 tahun dapat mengetahui nama-nama ini di saat saya tidak pernah berpikir bahwa ada seorang ahli dalam sejarah abad pertengahan Inggris yang mengetahui keberadaan mereka."

Sejumlah ingatan samar-samar mereka, nama dan hubungannya telah meyakinkan Guirdham bahwa dia bersama kelompoknya telah hidup bersama tidak hanya satu kali, namun beberapa kali kehidupan. Dia mengatakan,"Dengan 40 tahun pengalaman dalam bidang medis, tak satu pun saya mengetahui perbedaan antara pengalaman seorang paranormal dan seorang schizophrenic atau mungkin saya sendiri yang tidak waras. Tak satu pun dalam kelompok kami yang gila, dan tidak satu pun kolega saya yang mengatakan tidak waras.

Kasus ketiga

ian-stevenson
Ian Stevenson
Seandainya ada daftar ahli terkemuka tentang reinkarnasi, Dr. Ian Stevenson, seorang professor Psikiatri dari University of Virginia, pastilah namanya tercantum. Dia telah berkeliling dunia untuk menyelidiki berbagai laporan reinkarnasi dan menemukan sebuah pengujian yang teliti untuk menghindari penipuan, crytomnesia dan sebagainya. Diantara lebih dari 200 kasus, hanya 20 kasus yang tahan uji oleh Dr. Stevenson yang dapat dikategorikan kasus reinkarnasi. Tujuh dari kasus ini muncul di India, tiga di Srilanka, dua di Brazil, satu di Lebanon dan tujuh diantaranya terdapat di suku Indian di Alaska.

Ambil contoh seorang gadis cilik yang lahir 1956 di Sri Lanka tengah, dengan nama Gnantilleka Baddewithana. Setelah dia mulai belajar berbicara, dia mengatakan nama ayah dan ibunya di lain tempat, juga memiliki dua kakak laki-laki dan banyak saudara perempuan. Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh gadis tersebut, orang tuanya dulu berada di sebuah kota yang cukup jauh jaraknya. Mereka akhirnya menemukan bahwa keluarga tersebut telah kehilangan anak lelakinya pada tahun 1954. Saat Gnantilleka mengunjungi keluarga itu, dia mengatakan bahwa dirinya adalah anak laki-lakinya yang meninggal itu dan mengenal semua tujuh anggota keluarga tersebut. Padahal kedua keluarga tersebut tidak pernah bertemu ataupun mengunjungi kota kedua belah pihak.

Kesimpulan

Orang yang meragukan reinkarnasi bisa jadi menolak teori ini sebagai suatu kebohongan, sementara itu yang tidak mempercayai akan mengatakan sebagai takhayul yang tidak berdasar. Tak peduli apakah Anda mempercayainya atau tidak, sejak zaman dahulu kala, kepercayaan di timur seperti Buddhisme dan Taoisme telah mendukung teori ini dalam kepercayaan mereka. Mereka percaya pada teori sebab akibat, dengan kata lain hubungan antara ada sebab dan ada akibatnya.

Mereka percaya bahwa segala tindak tanduk seseorang dalam kehidupan ini, seluruh perbuatan baik serta perbuatan jahatnya akan menerima balasannya. Teori ini mengatakan bahwa kekuatan alam dari Hukum Kosmis (disebut juga Hukum Semesta) akan melakukan hal ini. Perbuatan seseorang, baik atau jahat akan termanifestasi akibatnya pada kehidupan masa kini atau di kehidupan mendatang, baik itu sebagai takdir keberuntungan, atau takdir kemalangan, atau juga balas jasa dan lain sebagainya, tergantung pada kasus tersebut.

Atheis menganggap teori ini sebagai contoh 'sindrom fatalistis'. Atheis percaya bahwa kehidupan adalah apa yang seseorang dapat penuhi segala keinginannya, takdir seseorang terletak pada dirinya sendiri. Kebalikannya, penganut Tao mempercayai seseorang akan menuai apa yang dia ta-burkan. Hal ini menjelaskan salah satu teori Taoisme tentang delapan macam takdir reinkarnasi seseorang, seperti kekayaan vs kemiskinan, kehormatan vs kerendahan hati, panjang umur vs umur pendek.

Mungkin inilah alasannya mengapa Buddhisme pada 2.500 tahun yang lalu hingga kini mengajarkan teori "enam jalur samsara (reinkarnasi)". Dan mungkin juga hal ini dapat menjadi alasan untuk lebih memperhatikan nasehat leluhur kita untuk mematuhi pepatah kuno, "Perbuatan baik akan mendatangkan kebajikan dan perbuatan buruk akan menerima balasan." . (pureinsight/fdz)

Referensi:
1) Iverson, Jeffrey's book (1976) "More Lives Than One? The evidence of the remarkable Bloxham Tapes". Souvenir Press, London. ISBN 0-285-62239-0.
2) Dr Ian Stevenson mendirikan "The Division of Perceptual Studies
(DOPS)" pada 1967, sebuah unit Departemen Pengobatan Psikiatri di University of Virginia. Memanfaatkan metode-metode sains, penelitian DOPS fenomena penglihatan paranormal, terutama pada anak yang mengaku dapat mengingat kehidupan masa lalunya (reinkarnasi), pengalaman mendekati kematian, pengalaman keluar dari tubuh, dan lain sebagainya.

Hidup dalam hati orang ( Madame Blavatsky (Helena Blavatsky)

madame
Madame Blavatsky (Helena Blavatsky(1831-1892))



Madame Blavatsky (Helena Blavatsky, 1831-1891) adalah pendiri lembaga Theosophy di Rusia, dia selalu menjinjing dua buah kantung, tidak peduli sedang berjalan di pagi hari atau sedang berpergian dengan kendaraan, kedua kantung itu selalu dia bawa serta, dan isi di dalam kantung itu selalu dibuang keluar. Masyarakat pernah bertanya kepada dia, "Apa isi kantung itu?"
 
Dia menjawab, "Kantung itu berisi biji-biji bunga."
"Lalu mengapa Anda selalu membuang biji-biji itu keluar?"
"Hal tersebut telah menjadi kebiasaan saya," sambil tertawa dia menjawab lagi, "Saya senang bertamasya pergi kemana-mana, sambil jalan saya sebarkan biji-biji ini ke semua tempat. Mungkin saya tidak akan datang ke tempat itu lagi, tapi tidak menjadi masalah, ketika musimnya tiba, bunga-bunga itu akan mekar secara alami, kepada ribuan bahkan puluhan ribu orang yang lewat di sini, mereka dapat melihat beraneka bunga mekar dalam berbagai warna yang indah."

"Walaupun mereka tidak akan mengetahui siapa saya, namun hal tersebut tidak menjadi masalah. Ada satu hal yang bisa saya pastikan adalah, saya sedang membawakan keindahan bagi dunia ini, hal tersebut bisa dipastikan. Ada sebagian anak-anak mungkin bisa memetik beberapa bunga untuk dibawa pulang ke rumah, ada sebagian orang yang sedang berpacaran akan memakai bunga-bunga itu untuk membuat kalung bunga. Dalam peristiwa yang tidak mereka ketahui ini, saya telah menjadi bagian dari cinta diantara mereka berdua, saya juga akan menjadi bagian dari kegembiraan anak-anak, kepada mereka yang hanya numpang lewat di jalan ini, yang hanya menikmati keindahan bunga, saya juga menjadi bagian dari mereka."

Benar sekali apa yang dia katakan. Memiliki yang sesungguhnya itu bukan untuk dikuasai diri sendiri, melainkan agar orang lain juga bisa ikut menikmatinya, orang yang benar-benar kaya, bukan untuk diri sendiri, melainkan bisa dikagumi dan dihormati oleh generasi penerus. Saya pernah mendengarkan satu kisah sebagai berikut: Ada seorang kakek tua menanam bibit pohon di halaman rumahnya, seorang pejalan kaki yang lewat di sana bertanya, "Pohon ini akan berbuah dalam berapa tahun?" Kakek tua itu menjawab, "Mungkin memerlukan 100 tahun!" Pejalan kaki tersebut melanjutkan pertanyaan, "Mungkinkah Anda akan hidup seratus tahun lagi? Ketika pohon-pohon ini berbuah, mungkin Anda sudah tidak ada, saya ingin tahu mengapa Anda lakukan hal tersebut?"

Kakek tua itu memandang pejalan kaki tersebut, lalu dengan tertawa dia berkata, "Jika semua nenek moyangku juga berpikiran seperti Anda, sekarang ini saya tidak bisa menikmati buah hasil jerih payah mereka. Buah-buahan yang bisa tumbuh bergerombol di kebun buah ini, juga karena ayah dan para nenek moyang saya yang menanamkan pohon-pohon ini sebelum saya dilahirkan. Begitu pula saya menanam pohon-pohon ini juga berharap bisa memberi berkah kepada generasi penerus, saya mengerjakan hal tersebut dengan perasaan hati bersyukur melakukan apa yang bisa saya lakukan. Bisa hidup di dalam hati orang lain, keberadaan Anda akan berubah jadi besar, walaupun Anda sudah tidak berada dalam dunia ini, kehidupan Anda juga bisa berlangsung terus."

Orang yang menebarkan keharuman bunga kepada orang lain, dia sendiri juga akan mendapatkan sebersit keharuman bunga itu, orang yang membawakan sinar mentari kepada orang lain, dirinya juga tidak akan dikesampingkan. (The Epoch Times/lin)