Sepasang angsa bersiap meninggalkan danau yg airnya mulai mengering. Seekor kodok mohon ikut pindah ke danau lain. Namun, angsa bingung bagaimana cara membawa si kodok.
Si kodok punya ide brilian, "Kalian gigit kedua ujung akar rumput ini, saya akan mengigit bagian tengahnya. Kemudian bawalah saya terbang" Angsa setuju. Mereka pun terbang.
Di angkasa, sekelompok burung memuji kecerdikan mereka & bertanya, "Kalian sungguh cerdik, siapa yg punya ide secemerlang ini ?"
Kodok menjawab dengan bangga "Ide saya"
Saat itu terlepaslah gigitannya, dia pun jatuh ke bawah & mati.
Pujian ibarat pedang bermata 2. Bisa produktif kalau disikapi dengan rendah hati; motivasi untuk berbuat lebih baik.
Tetapi bisa juga kontra-produktif jika disikapi dengan sombong. Jadi sikapilah pujian dengan penguasaan diri. Tanpa penguasaan diri kita akan mudah dimabukkan oleh pujian. Mabuk pujian awal kehancuran.
Pujian ibarat permen karet. Boleh dinikmati tetapi JANGAN ditelan...!!
Artikel Menarik Lainnya
Cerita
- Sebuah Dunia Untuk Nathan
- Sebuah ciuman selamat tinggal
- Dongeng Seekor Nyamuk
- Cerita Lutung Kasarung
- Mukjijat Nyanyian Seorang Kakak
- Mencintai Diri Sendiri
- Maukah anda mendengar?
- KISS (Keep It Simple Stupid)
- Buku Harian Ayah
- Mengapa Kucing selalu mengejar Tikus ?
- Wanita Yang Di Cintai Suami KU
- Tembok Berlin (Renungan)
- Kisah Sebatang Pohon
- Sang malaikat kecil olivia
- Aku pernah datang dan aku sangat Patuh
- Ayam Merah dan Butir Gandum
- Burung Kecil Pindah Rumah
- Hidup adalah proses - Batu Kusam
- Cincin Sekeping emas
- Hadiah Dari Wendy
- Kisah Seekor Kupu-Kupu
- Pisau Dan Pohon
- Jangan Sombongkan Diri
- Cerita Zodiak
- Buruknya Gosip
Komentar :
Posting Komentar