“Apakah kau mencintaiku?”, tanya Yuliana kepada pacarnya. Sambil memandang mata kekasihnya Yendi dengan lembut berkata, “tentu saja sayang”, disertai dengan sebuah kecupan hangat dikeningnya Yuliana. “Lalu apa yang membuatmu jatuh cinta kepadaku?”, tanya Yuliana sambil bermanja pada Yendi. “aku tidak tahu, yang aku tahu aku sangat mencintaimu. Bahkan akupun tidak tahu kenapa dada ku selalu berdebar-debar jika keluar bersamamu, seperti saat ini”, jawab Yendi spontan.
“Masa kamu tidak tahu alasan mencintaiku sih?”, tanya Yuliana agak sedikit ngambek. “teman-temanku selalu bercerita padaku bahwa pacarnya mencintainya karena mereka cantik, karena mereka menarik dan alasan-alasan lainnya”, sambung Yuliana. “hmmm...aku benar-benar tidak tahu sayang, alasan yang aku tahu adalah aku sangat mencintaimu, dan bagiku itu lebih dari cukup bukan?”, jawab Yendi sedikit bingung. “Tidak cukup bagiku”, jawab Yuliana pendek. Dari raut wajahnya yang cantik terlihat Yuliana ngambek.
Yendi yang menyadari hal itu berpikir keras. Dia tidak ingin kebersamaan mereka menjadi jenuh hanya karena sebuah pertanyaan sederhana begitu. Akhirnya Yendi berkata pada Yuliana, “aku tahu alasan kenapa aku mencintaimu”, kata Yendi kepada Yuliana. “apa itu?”, tanya Yuliana penasaran. Dari matanya terpancar binar-binar gairah. Yuliana ingin tahu kenapa pangeran berkudanya datang dari jauh untuk menjemputnya.