Butuh
waktu yang panjang untuk menyiapkan seekor jerapah untuk siap hidup
mandiri di alamnya. Saat lahir, seekor bayi jerapah harus jatuh dari
kandungan induknya yang setinggi 3 meter dan biasanya mendarat pada
bagian belakangnya. Dalam bebebrapa detik, ia akan berputar dan kakinya
terlipat dibawah tubuhnya. Dengan posisi seperti ini, ia pertama kali
melihat dunia. Kemudian, ia harus mengibaskan tubuhnya untuk
membersihkan mata dan telinganya dari sisa air ketuban. Dan induk
jerapah itu dengan kasar memperkenalkan anaknya kepada kehidupan hutan
yang keras.

Kemudian,
induk jerapah melakukan suatu hal yang luar biasa, yakni menendang
bayinya hingga terjatuh kembali. Mengapa? Induk jerapah ingin mengajar
bayinya, bagaimana ia harus bangkit kembali setelah terjatuh. Didalam
rimba yang keras yang menjadi tempat tinggalnya, bayi jerapah harus
dapat segera bangkit kembali setelah terjatuh sehingga tidak terpisah
dari kelompoknya agar aman dari singa, harimau, dan serigala yang sering
memburu bayi jerapah. Bila induk jerapah tidak mengajar bayinya untuk
cepat bangun setelah ia terjatuh, bayinya akan menjadi mangsa binatang
buas.
Sama halnya dengan pendidikan Kristus akan berlangsung terus menerus sampai kita diubah menjadi serupa denganNya.
Komentar :
Posting Komentar