translate languages

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

29 Agu 2010

Selamat Ulang Tahun mama

Nikini adalah seorang gadis kecil. Dia hidup bersama mama dan papanya di sebuah rumah dekat hutan. Dia sangat bersahabat dengan binatang-binatang di hutan. Suatu sore ayah Nikini pulang dengan membawa kotak hadiah yang besar. 


“Apa itu Papa?” tanya Nikini kepada ayahnya.


”Besok mamamu ulang tahun,” kata ayah Nikini
“Oh!”  Nikini sangat menyesal. 

“Bagaimana saya bisa lupa dengan hari ulang tahun mama? Beliau tidak pernah lupa dengan hari ulang tahunku. Jadi saya seharusnya memberi mama sebuah hadiah kejutan,” pikir Nikini.

“Tetapi apa yang akan saya berikan kepada Mama?” Nikini pergi ke tampat tidur dan berfikir. 

Nikini sangat menyayangi mamanya sehingga dia tidak bisa berfikir hadiah apa yang cukup baik buat mama. Nikini berfikir dan terus berfikir hingga malam tiba, tetapi ia tidak bisa memutuskan apapun.


Tiba-tiba Nikini melihat kunang-kunang terbang ke arahnya  melalui jendela.
“Nikini, apa yang kamu lakukan di kegelapan? Tanya kunang-kunang.

“Kunang, besok hari ulang tahun mama. Mama sangat sayang sama aku. Mama membuat hari ulang tahunku sangat bahagia. Jadi saya ingin membuat ulang tahunnya juga sebahagia aku. Saya ingin memberikaan kado yang paling indah yang belum pernah ada. Tapi saya tidak menemukan jawabannya, kado apa ya yang cocok buat mama.” Kata Nikini dengan sedih.

“Saya pikir kamu sebaiknya memberi dia hadiah yang paling indah. Sesuatu seperti langit atau samudera.” Kata kunang-kunang.
Nikini berfikir sejenak.

”Kunang sayang, hal yang paling besar di dunia ini adalah cinta mamaku. Jadi saya akan menemukan sebuah hadiah yang sebesar cinta beliau. Tapi bagaimana saya menemukannya?” Kata Nikini. 


“Kamu seorang anak gadis yang sangat baik yang mencoba memberikan kado terindah buat mama. Jadi saya akan membantumu. Mari kita keluar dan menemukannya,” kata kunang. 

Nikini pergi di kegelapan dengan si kunang. Kunang menunjukkan kepada Nikini jalannya. Mereka masuk ke dalam hutan. Mereka mencari dan terus mencari tapi mereka tak menemukan sesuatu yang sebesar cinta mama. 

Di perjalanan, seekor burung Beo yang hendak tidur melihat Nikini.
“Nikini, mau kemana kok jalan malam-malam begini?” tanya burung beo. 

“Burung Beo, besok hari ulang tahun mama aku. Dia sayang sekali padaku. Dia memasak, mencuci dan bekerja keras tanpa lelah. Cinta beliau adalah hal yang paling besar dalam hidupku. Jadi, saya seharusnya memberinya kado sebesar rasa cinta mama. Tetapi saya masih belum bisa menemukannya,” jawab Nikini dengan sedih. 


“Tidak, saya pikir kamu sebaiknya memberinya kado yang paling indah, sesuatu seperti bunga yang indah atau mutiara yang indah,” sahut burung Beo.
Nikini berfikir sejenak. 


“Beo sayang, hal yang paling indah di dunia ini adalah mama. Jadi saya akan menemukan sebuah bunga atau mutiara yang seindah mama. Tetapi dimana saya bisa menemukannya?” Tanya Nikini.
“Kamu adalah seorang gadis yang sangat baik. Jadi saya akan membantumu”, kata burung beo. Kemudian mereka mencari dan mencari tetapi tak ditemukan sesuatupun yang secantik mama.  

Mereka berjalan sampai Nikini tersandung seekor kelinci yang tidur.

”Oh Nikini, mau pergi kemana malam-malam begini?’ Tanya kelinci sambil menggosok-gosok matanya. 


“Kelinci, besok adalah hari ulang tahun mama. Dia sangat sayang sama aku. Beliau menyuapi aku, memeluk dan mendekap aku sampai aku tidur. Beliau adalah hal yang paling indah di dunia ini. Jadi saya seharusnya memberikan kado terindah buat beliau. Tetapi saya belum menemukannya,” kata Nikini dengan wajah sedih. 

“Tidak. Saya pikir kamu seharusnya memberikan kado yang paling berharga di dunia ini, sesuatu seperti bulan dan bintang,” kata kelinci. 

Nikini berpikir sejenak.

”Kelinci sayang, sesuatu yang paling berharga di dunia ini adalah mama. Bahkan walaupun saya menggantung bulan di kalungku, atau bahkan kalau bintang menjadi antingku, mereka tak seberharga mama. Saya ingin mencari kado yang berharga seperti mama. Tapi bagaimana aku menemukannya?“ tanya Nikini dengan sedih.  



”Kamu adalah seorang gadis yang sangat baik. Saya akan membantumu,” ujar kelinci pergi bersama-sama kunang, burung beo dan Nikini. 

Mereka terus jalan dan jalan tapi tak kunjung jua menemukan hal yang seberharga cinta mama. Di jalan, Nikini terjerat sarang laba-laba yang besar. Kumudian laba-laba yang sedang mimpi indah di tengah malam terbangun.

“ Oh Nikini, apa yang kamu lakukan tengah malam begini?’” Tanya laba-laba. 


“Laba-laba, besok hari ulang tahun mama. Dia sangat sayang padaku. Ketika saya sakit dia menangis dan menjagaku hingga aku tidur nyenyak. Dia hal yang paling berharga dalam hidupku. Jadi saya seharusnya memberinya hadiah yang paling berharga. Tetapi saya tak kunjung menemukannya,” kata Nikini dengan sedih. 


“Tidak, saya pikir kamu sebaiknya memberinya hadiah yang membuatnya merasa menjadi orang yang paling bahagia,” kata laba-laba. 

“Oh. Apa yang akan membuatnya menjadi orang yang paling bahagia?” Nikini berfikir dan berfikir. 

“Sesuatu seperti roti yang paling lezat, kartu ulang tahun yang penuh nuansa kasih sayang, sepasang sepatu yang manis,  pakaian yang warna-warni…?“ Nikini berfikir sejenak. 

“Oh. Sebuah kain sari yang indah. Saya pikir dia akan suka dengan sebuah sari yang indah. Saya akan memberinya sebuah sari yang paling indah di dunia. Saya ingin menemukannya. Dan saya akan memberikannya saat bangun tidur di pagi hari dan mengatakan, “Selamat ulang tahun! Tapi. .. bagaimana aku bisa menemukannya? Hanya ada sedikit waktu yang tersisa sampai pagi,” kata Nikini dengan tak sabar. 


“Nikini, kamu adalah gadis yang mulia yang begitu memikirkan mamanya. Beberapa anak-anak tidak begitu peduli dengan hari ulang tahun mamanya. Mereka hanya ingat hari ulang tahunnya sendiri dan kado. Jadi saya akan menenun sari yang indah buat kamu,” kata laba-laba dan dia memulai menenun sehelai sari yang indah. 

Nikini sebetulnya sangat capek setelah berjalan berkeliling hutan dan tidak tidur semalaman. Tetapi dia sangat bahagia dan dia tidak merasa ngantuk sama sekali. Dia membantu laba-laba menenun sebuah sari yang indah buat mamanya. 


Kunang-kunang terbang jauh dan membawa sebuah bunga yang cantik untuk menghiasi sari tersebut. Kelinci keluar masuk hutan dan membawakan warna yang indah dari bunga-bunga untuk mewarnai sari itu. Burung beo menggoyang-goyangkan dahan pohon sehingga derai-derai embun jatuh menghiasi sari itu. 


Akhirnya, mereka membuat sari yang paling indah di dunia. Bunga-bunga terlihat sangat indah. Nuansa warnanya  sangat cantik. Dan embun diatasnya berkilau seperti permata dan mutiara. 

 “Ini adalah sangat indah. Sari yang paling indah yang pernah saya lihat. Mama pasti akan sangat suka."
Nikini berteriak dengan senang. Mereka sangat gembira. 

“Ayo kita pergi…. Ayo kita berikan ke mama hadiahnya dan mengucapkan selamat ulang tahun,” kata Nikini. 

Nikini bergegas menuju rumah bersama teman-temannya.

Di tengah perjalanan, sebuah angin yang kuat berembus di hutan dan mulailah hujan lebat. Mereka mencoba melindungi sari dari hujan dan angin. Tetapi gagal. Sari tercabik-cabik. 

“Oh. Tidak……!” jerit Nikini. Dia sangat sedih sehingga ia menangis dan terus menangis sambil basah kuyup oleh hujan. 

Fajar pun tiba, dan matahari terbit. Dia mendengar suara memanggil.
“Nikini. Nikini!" Seseorang berteriak memanggil. 

Adalah mama Nikini, yang telah mencari anak gadisnya yang hilang. Tepat pada saat itu, ia melihat Nikini menangis di bawah sebuah pohon. Dia lari menghampiri Nikini. 

“Oh, Sayangku, dari mana kamu? Kenapa kamu menangis?” Tanya mama. 


“Mama, saya pergi mencari sebuah hadiah ulang tahun buat mama. Saya telah mencari hadiah yang teragung, yang terbesar, yang terindah, yang temahal. Tetapi saya tak bisa menemukannya. Sampai pada akhirnya, teman-temanku membuatkan aku sebuah hadiah. Adalah sebuah sari yang sangat indah. Tetapi sari itu diterpa hujan dan angin hingga sobek semua. Saya sangat sedih karena tidak bisa memberikannya kepadamu sehingga membuatmu bahagia,” kata Nikini sambil terus menangis tersedu-sedu. 


“Sayangku, apakah kamu tahu apa yang paling indah, paling berharga dan paling agung bagiku? Itu adalah gadis kecilku ini. Yang  sangat saya inginkan adalah cintamu. Cinta yang saya rasakan darimu setiap hari adalah kado yang paling agung, paling besar, paling berharga, dan yang paling indah yang pernah saya punya dalam hidupku," kata mama sambil memeluk Nikini.


Nikini sangat bahagia, demikian juga teman-temannya. Semuanya pulang bersama Nikini dan merayakan ulang tahun mama Nikini. (Erabaru/isw)

maspeypah
  • Digg
  • Facebook
  • Google
  • StumbleUpon
  • TwitThis

Artikel Menarik Lainnya



Komentar :

ada 0 comment ke “Selamat Ulang Tahun mama”

Posting Komentar