translate languages

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

16 Agu 2010

it's a good story

Roy Angel   adalah pendeta miskin yang memiliki kakak seorang milyuner. Pada  tahun 1940,   ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya  menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang   sangat  tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya. Setelah itu kakak   Roy  Angel menanam saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung yang besar.  Kini dia tinggal di apartemen mewah di New York dan memiliki kantor di   Wallstreet.

Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi   Roy Angel sebuah mobil baru yang mewah dan   mengkilap.


Suatu   pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan penuh   kekaguman.
"Hai.. nak" sapa RoyAnak itu melihat   pada Roy dan   bertanya "Apakah ini mobil Tuan?"
"Ya," jawab   Roy   singkat.
"Berapa harganya   Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya   berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan   Tuan yang punya mobil ini?"
Gelandangan kecil itu bertanya penuh   heran.
"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari   kakak saya"
Mendengar jawaban itu mata anak itu   melebar dan bergumam,
"Seandainya....   seandainya...."
Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan   anak kecil itu.
"Anak ini pasti berharap memiliki   kakak yang sama seperti kakakku."
Ternyata Roy salah   menduga, saat anak itu melanjutkan   kata-katanya:
"Seandainya... seandainya saya dapat   menjadi kakak seperti itu....."

Dengan masih   terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan   mobilnya. Anak itu tak henti-henti memuji keindahan   mobilnya. Sampai satu kali anak itu berkata,"Tuan   bersediakah mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa blok dari   sini".Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan   anak ini.
"Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada   teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah." pikir Roy.
"OK, mengapa   tidak", kata Roy   sambil menuju arah rumah anak itu. Tiba di sudut   jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti   sejenak,
"Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar?   Saya akan segera kembali".
Anak itu berlari menuju   rumah gubuknya yang sudah reot.
   
Setelah menunggu hampir sepuluh   menit, Roy mulai   penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah   reot itu. Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa   saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang   lumpuh.Setelah   tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada   adiknya:
"Lihat... seperti yang kakak bilang padamu.   Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat   nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini   untukmu".

Bukan karena keinginan seorang anak   gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat   Roy tak dapat   menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak   yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya. Seandainya saya dapat   menjadi kakak seperti itu.

Kisah ini diambil dari   sebuah kisah nyata yang ditulis dalam sebuah buku
"Stories for the family's   heart" by Alice Gray.

Bagi saya kisah ini sangat   menyentuh dan membuat kita mengerti untuk selalu mengasihi orang   lain.Berikanlah yang terbaik bagi orang yang   anda kasihi selagi anda bisa, atau anda akan menyesal seumur   hidupanda.

Jika anda   tersentuh, kirimkanlah cerita ini kepada orang yang anda kasihi, teman-teman,   bahkan untuk orang yang tidak anda sukai   sekalipun.

God bless   you.
  

maspeypah
  • Digg
  • Facebook
  • Google
  • StumbleUpon
  • TwitThis

Artikel Menarik Lainnya



Komentar :

ada 0 comment ke “it's a good story”

Posting Komentar