translate languages

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

9 Okt 2010

Aku terharu

Dua tahun yang lalu. Ketika saya mengunjungi sebuah toko buku di Taipei dan membolik-balik buku yang dipajang di sana. Saya tertarik pada sebuah buku dengan design sampul berwarna putih, dengan foto seorang ibu yang dengan wajah penuh kasih menciumi anaknya yang kira-kira berumur dua tahun yang sedang tertidur nyenyak. Judul buku tersebut hanya terdiri dari dua huruf Cina, “Gandong”, yang bisa diterjemahkan dengan kata “terharu”. Hanya dengan melihat judul buku tersebut saya sudah merasa terharu, dan karena itu tanpa harus membaca isinya saya langsung mebeli buku tersebut.


Dan benar, buku tersebut mengumpulkan kisah-kisah kecil setiap yang dialami oleh banyak orang. Kisah-kisah tersebut walau begitu sederhana, namun ia membawa sebuah makna yang teramat dalam, yang mengetuk setiap hati dari mereka yang membacanya untuk mencoba mencintai dan mengasihi apa yang kelihatan kecil dan bahkan tak berguna. Dalam buku ini dikisahkan bagaimana anak-anak merasa terharu atas sebuah tindakan yang nampaknya sederhana yang dilakukan seorang ibu. Juga dikisahkan bagaimana seorang ayah dengan tindakan penuh kasih berhasil meluluhkan hati sang anak yang telah membatu. Bagaimana seorang teman telah mampu menyelamatkan nyawa seorang sahabat yang sedang ingin membunuh diri hanya dengan meluangkan waktunya bahkan di tengah malam ketika ia nampaknya tengah dirundung kantuk yang tak tertahankan. Bagaimana seorang guru yang dengan gagah berani mengorbankan nyawanya demi anak didiknya.

Setiap hari selalu saja ada sesuatu yang mengharukan. Nyanyian burung pipit yang terbang riang di halaman gerejaku terdengar bagaikan suara malaekat yang datang membawa penghiburan. Ternyata alam raya ini juga bisa membuatku terharu. Kemarin setelah selesai seminar liturgi di paroki dan dilanjutkan dengan misa minggu malam. Setelah misa di tengah keletihan setelah segala kegiatan sepanjang hari ini dan ditambah lagi ketika Taipei kini diserang arus dingin yang datang dari utara, seorang umat datang membawa secangkir sup panas ke kantorku. Sungguh ada banyak kejadian yang kendatipun kecil bisa amat mengharukan.

Hari ini ketika aku melihat semua keharuan yang pernah aku alami dalam derap hidupku, tiba-tiba aku jadi terpana mensyukuri rahmat yang pernah dan masih aku terima sebagai seorang pengikut Kristus. Sebagai seorang pengikut Kristus, apa lagi yang lebih mengharukan diriku dari pada keharuan yang dibawa oleh Dia yang rela meninggalkan kebesaranNya dan menjadi sama seperti aku, hanya dengan tujuan agar aku disebut anak Allah? Adakah keharuan yang lebih besar dari pada Dia yang empunya alam semesta ini datang dan berdiri di sampingku, membagi suka dukaku, dan berbisik bahwa aku tak perlu merasa takut ditinggalkan seorang diri, karena Ia akan selalu bersama aku? Adakah keharuan yang lebih besar dari pada Dia yang rela ditikam duri hanya karena ingin menyelamatkan diriku yang tersesat dan dililit semak duri tersebut? Adakah keharuan yang lebih besar dari pada Dia yang rela mati agar aku hidup? Pernahkah aku bersyukur atas semuanya ini??

Sungguh aku kehabisan kata untuk mengungkapkan betapa besarnya rasa keharuan yang ada di dasar bathinku. Di hadapan Dia yang telanjang di atas salib, aku hanya bisa memandangNya dengan diam. Namun diamku mengungkapkan sejuta kata, diamku mengungkapkan sejuta rasa. Aku bersyukur dan berterima kasih, karena aku terharu akan apa yang pernah Kau perbuat untuk diriku yang kecil ini. Amin!!

maspeypah
  • Digg
  • Facebook
  • Google
  • StumbleUpon
  • TwitThis

Artikel Menarik Lainnya



Komentar :

ada 0 comment ke “Aku terharu”

Posting Komentar